Siapa Bilang jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya Bagian 8
Kalau saya mengatakan bahwa Anda mempunyai tiga kelompok pengeluaran dan
Anda harus memilih satu saja yang harus Anda prioritaskan, kelompok mana yang
Anda pilih?
Pasti jawaban Anda adalah Biaya Hidup. Betul?
Anda Salah!
Biaya hidup memang penting, tapi ingat bahwa pos Biaya Hidup itu banyak
sekali. Kebanyakan pos dalam kelompok Biaya Hidup tidak akan bermasalah
kalau pembayarannya Anda geser selama 3-4 hari lebih lambat dari biasanya.
Belanja bulanan, misalnya. Tidak apa-apa ‘kan kalau Anda menggeser
pembayarannya lebih lambat 3, 4, 5 hari? Makanya jangan melakukan Belanja
Bulanan saat semua kebutuhan Anda habis.
Jadi, apa yang sebaiknya diprioritaskan dari tiga kelompok tadi? Saran saya,
Cicilan Utang!
Kenapa? Pertama, jumlah pos dalam kelompok Cicilan Utang di sebuah keluarga
biasanya tidak sebanyak jumlah pos dalam kelompok Biaya Hidup. Kalaupun
Anda mempunyai utang paling banter Cicilan Utang Anda tidak sampai 5 atau 7
pos: cicilan rumah, cicilan motor, cicilan mobil, dan kartu kredit kalau Anda nyicil
…
Kedua, pos Cicilan Utang biasanya mempunyai akibat tersendiri kalau Anda tidak
membayarnya. Apa itu? Denda! Biasanya denda dihitung per hari. Selain itu,
saldo utang yang belum Anda bayar hanya gara-gara telat sering kali akan kena
bunga lagi. Padahal, Anda hanya telat bayar beberapa hari.
Setelah Anda membayar Cicilan Utang, prioritas kedua ialah menggunakan gaji
Anda untuk membayar pos-pos Premi Asuransi. Kenapa?
Kalau Anda telat membayar Premi Asuransi, proteksi yang Anda miliki dari
program asuransi bisa hilang. Bukan satu dua kali saya mendengar banyak
nasabah yang tidak dibayarkan klaim asuransinya gara-gara preminya terlambat
dibayar. Padahal, hanya terlambat beberapa hari. Jadi, setelah menggunakan gaji
untuk membayar Cicilan Utang, gunakanlah untuk membayar Premi Asuransi.
Nah, prioritas ketiga, barulah membayar pos-pos dalam kelompok Biaya Hidup.
Atur Pengeluaran Anda 17
Dijadikan prioritas ketiga bukan berarti Biaya Hidup tidak penting, tapi karena
Anda ingin mendahulukan kelompok-kelompok pengeluaran lain yang memang
“berbahaya” kalau telat bayar.
Jadi, urutan prioritas yang saya sarankan ialah Cicilan Utang, kemudian Premi
Asuransi, dan terakhir Biaya Hidup.
3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos
pengeluaran
Masih ingatkah Anda ketika saya meminta Anda menuliskan pos-pos
pengeluaran? Nah, hal ketiga yang harus anda lakukan adalah mengetahui cara
yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos tersebut.
Pos-pos pengeluaran Anda sampai 20-an; telepon, listrik, air, sembako, iuran
arisan, transportasi, dan lain-lain. Nah, yang harus Anda lakukan adalah
mengetahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk pembayarannya.
Contohnya, Anda harus mengetahui cara yang baik dalam menggunakan telepon
agar pembayaran Anda di Akhir bulan tidak mahal. Misalnya, pakailah telepon
seperlunya, hati-hati dengan penggunaan internet, jangan sering menghubungi
handphone kalau tidak perlu. Oke, kita bicara tentang listrik. Anda juga harus tahu
bagaimana menggunakan listrik agar pembayaran Anda tidak mahal. Misalnya,
matikan alat elektronik kalau Anda memang sedang tidak memakainya, kurangi
pemakaian alat elektronik secara bersamaan pada waktu tertentu, ganti lampu
yang boros dengan lampu hemat energi, dan seterusnya.
Kita tidak membahas semua pos pengeluaran karena akan banyak memboroskan
waktu. Satu hal yang ingin saya tekankan disini: bila Anda ingin mengetahui cara
yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran, lakukan satu
kata yang sudah sering kita dengar selama hidup kita. Apa itu?
Penghematan.
Selama bertahun-tahun, saya mempunyai pemahaman yang salah dengan kata
“berhemat”.
Kenapa? Buat saya, berhemat sering kali identik dengan hidup menderita. Bukan
satu dua kali saya mendengar orang bilang, “Kalau mau hemat, jalan kaki aja …”.
Itulah kalimat yang sering dipakai untuk menggambarkan bagaimana image orang
tentang kata hemat. Ibaratnya, kalau Anda biasa berkendaraan sendiri dari rumah
ke tempat kerja, sekarang Anda nggak usah membawa kendaraan kalau mau
hemat, jalan kaki aja.
Beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa pemahaman saya terhadap
kata “hemat” tenyata nggak benar. Hemat, adalah mencari cara agar Anda bisa
mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk bisa mencapai tujuan yang sama.
Misalnya, Anda akan pergi dari Jakarta ke Medan dengan pesawat. Anda tahu
harga tiket pesawat dari airline tertentu, dari Jakarta ke Medan, katakanlah Rp.700
ribu. Anda ingin berhemat. Pemahaman orang tentang penghematan biasanya
mengganti perjalanan pesawat tersebut dengan menggunakan perjalanan darat.
Naik mobil, misalnya, atau naik bus eksekutif, yang berarti Anda harus
menghabiskan waktu lebih dari 24 jam di perjalanan.
Atur Pengeluaran Anda 18
Tenyata yang benar, penghematan bisa juga Anda lakukan dengan mencari
alternatif maskapai penerbangan lain, yang siapa tahu bisa memberikan harga
lebih murah. Jadi, Anda tetap naik pesawat dan tetap menempuh jam perjalanan
yang sama (kurang lebih 2 jam), tetapi dengan harga lebih murah. Dari sinilah
saya lalu membuat kalimat sederhana yang sering saya munculkan ketika saya
seminar: “Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita
…”.
Jadi, berhematlah. Dengan mengetahui cara berhemat, Anda bisa mengetahui dan
mencari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.



