Siapa Bilang jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya Bagian 12
“Ada 5 Pos Pengeluaran di Masa Depan yang umumnya
dimiliki orang, yaitu pendidikan anak, pensiun, pembelian properti
dan semacam itu, bisnis sendiri, liburan dan perjalanan ibadah.”
1. Pendidikan Anak
Kalau Anda membaca buku saya, Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, atau
sering main ke website kami di www.perencanakeuangan.com Anda pasti tahu
bahwa pendidikan untuk anak itu mahal. Kalau anak Anda sekarang baru berusia 2
tahun, biaya kuliah anak Anda ketika ia berusia 17 tahun bisa dipastikan sekitar
Rp.300 juta lebih.
Kabar baiknya, Anda bisa mempersiapkan dana pendidikan sebanyak itu asalkan
mau menyisihkannya dari sekarang. Ada sejumlah produk investasi yang bisa
Anda pilih. Asuransi pendidikan, misalnya, adalah produk persiapan dana
pendidikan yang paling popular saat ini di Indonesia. Produk ini tersedia dalam
pilihan pembayaran bulanan, tiga bulanan, enak bulanan, atau tahunan, tapi ada
juga yang dalam bentuk sekali bayar kalau memang dana Anda cukup. Nantinya
perusahaan asuransi Anda akan memberikan dana pendidikan setiap kali anak
Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu, yang biasanya dimulai ketika
SD.
Selain asuransi pendidikan, pilihan lain yang juga mulai populer ialah tabungan
pendidikan. Pada tabungan pendidikan, Anda seperti membuka tabungan biasa,
tapi uang Anda dikunci. Nanti ketika anak Anda masuk TK, SD, SMP, dan
seterusnya, tabungan Anda baru bisa diambil. Tabungan pendidikan ini diterbitkan
oleh bank, bekerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa. Nantinya kalau Anda
sebagai orang tua meninggal dunia, dana pendidikan dari tabungan pendidikan
tersebut tetap akan diberikan.
Produk-produk lain, seperti reksadana atau koin emas, juga bisa dipilih. Tip saya,
kalau Anda menyisihkan uang untuk biaya pendidikan dari penghasilan Anda,
sementara penghasilan Anda didapat dari bekerja secara fisik, Anda harus
mempertimbangkan untuk mengambil proteksi, seperti asuransi, agar bisa berjagajaga
kalau terjadi risiko kematian. Ingat, kalau Anda meninggal, penghasilan Anda
pasti akan berhenti. Kalau penghasilan Anda berhenti, siapa yang akan
meneruskan tabungan Anda? Dengan mengambil proteksi berupa asuransi, entah
yang berdiri sendiri atau langsung dalam bentuk asuransi pendidikan atau asuransi
pada tabungan pendidikan, risiko hilangnya penghasilan karena kematian bisa
diantisipasi.
2. Pensiun
Pensiun adalah salah satu pos yang juga harus dipersiapkan supaya kelak Anda
bisa hidup dengan standar yang Anda inginkan. Hal pertama yang harus
diperhatikan ialah sumber penghasilan macam apa yang Anda inginkan ketika
pensiun? Apakah cukup hanya dari jamsostek (hmm … nggak begitu cukup kali
ya), penghasilan pensiun bulanan dari kantor (paling hanya 70% dari gaji
terakhir), atau dana pensiun lump sum (sekali bayar) yang diberikan di akhir masa
kerja Anda?
Bagaimana kalau Anda memcoba mempertimbangkan alternatif sumber lain untuk
mempersiapkan masa pensiun? Pertama-tama, Anda bisa mengikuti Program
Pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan mengambil hasil
dananya pada usia yang bisa Anda pilih sendiri. Katakan saja di usia 55 tahun.
Pada DPLK, Anda menyetor uang setiap bulan yang diambil dari gaji Anda,
kemudian uang itu akan diputar oleh Manajer Investasi yang bekerja pada
Sisihkan untuk Pos-pos… 33
Perusahaan DPLK Anda. Jangan khawatir, Manajer Investasi itu umumnya jagojago,
kok. Nanti, ketika pensiun, kita harapkan uang Anda yang diputar oleh
Manajer Investasi Anda sudah tumbuh berkembang dan bisa dinikmati.
Alternatif lain ialah melakukan investasi sendiri dan menikmati hasilnya ketika
pensiun. Jadi, Anda tidak perlu lagi menyetor ke Perusahaan DPLK karena di sini
Andalah yang akan memutar serta menginvestasikan sendiri dana Anda setiap
bulan yang diambil secara rutin dari gaji Anda. Kalau ingin melakukan cara ini,
pastikan Anda menguasai dan mau belajar tentang kiat yang baik dalam investasi.
Alternatif lain yang banyak juga dipilih orang untuk masa pensiun ialah membuka
bisnis sejak sekarang. Ketika Anda pensiun, diharapkan bisnis itu sudah berjalan
dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati dan digunakan untuk membayar
pengeluaran-pengeluaran di masa pensiun. Memang tidak gampang membuka
bisnis sendiri. Perlu mental yang cukup baik untuk bisa berhasil. Kalau Anda
merasa belum mempunyai mental yang cukup baik, saya rasa tidak ada salahnya
Anda memulai dari sekarang. Mumpung pensiun Anda masih jauh. Anda pun
memiliki kesempatan untuk jatuh bangun terlebih dahulu di bisnis tersebut.
Dengan demikian, ketika pensiun, diharapkan Anda sudah terlatih dan kondisi
bisnis Anda sudah berada di atas agar hasilnya bisa dinikmati.
3. Properti dan kepemilikan lain
Tanah, rumah, dan kendaraan kadang-kadang menjadi tujuan di masa datang yang
harus disiapkan. Bila tujuan ini merupakan salah satu pos pengeluaran di masa
datang yang juga menjadi keinginan Anda, ada dua alternatif dalam
mempersiapkannya.
Pertama, dengan menabung sendiri. Dengan gaji saat ini, Anda bisa menabung
sedikit demi sedikit supaya bisa membeli properti itu dalam beberapa tahun
mendatang. Oleh karena harga tanah, rumah, dan kendaraan mahal, bisa puluhan
bahkan ratusan juta rupiah, Anda bisa menggunakan alternatif kedua,
memanfaatkan fasilitas pinjaman.
Fasilitas pinjaman dari siapa? Pertama-tama bisa dari bank. Pada saat ini hampir
semua bank memberikan fasilitas pinjaman untuk pembelian rumah atau
kendaraan yang bisa Anda manfaatkan. Sejumlah bank pada saat ini bahkan
bersaing untuk bisa mendapatkan nasabah-nasabah kredit.
Selain bank, perusahaan pembiayaan juga banyak memberikan tawaran
pembiayaan untuk kendaraan. Jangan lupa, untuk kredit kendaraan, perusahaan
pembiayaan saat ini mengungguli bank dalam segi jumlah nasabah. Ini bisa terjadi
karena proses disetujui atau tidaknya permohonan aplikasi kredit di perusahaan
pembiayaan biasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan di bank. Jangan lupa,
entah Anda meminjam di bank atau perusahaan pembiayaan, tentu Anda harus
mengembalikan pinjaman tersebut setiap bulan dalam bentuk cicilan pokok dan
bunga, yang diambil dari gaji Anda.
4. Bisnis
Beberapa di antara Anda yang sekarang bekerja sebagai karyawan pasti pernah
berpikir untuk membuka bisnis sendiri. Namun, dikarenakan alasan klise: modal,
akhirnya bisnis tersebut nggak jadi dibuka.
Sisihkan untuk Pos-pos… 34
Padahal, membuka bisnis sendiri, selama tidak mengganggu waktu kerja atau
tidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,
sering kali menjadi impian banyak karyawan. Cuma ya itu, mentok-mentoknya
masalah modal.
Dari pengalaman saya, keluhan atas kurangnya modal sering kali bukanlah alasan
sebenarnya dari mereka yang menunda-nunda untuk membuka bisnis sampingan
di luar pekerjaan, tapi lebih dikarenakan excuse saja. Hanya alasan!
Apakah bisnis Anda nggak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Anda
pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Anda buka sekarang pasti
skalanya masih sangat kecil. Dengan skala yang sangat kecil, apakah modal yang
dibutuhkan harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modal
uang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.
Pertanyaannya, dari mana modalnya?
Lebih baik dari menabung sendiri. Boleh saja Anda langsung meminjam uang
untuk membuka bisnis Anda sekarang. Saran saya, pinjamlah kalau memang Anda
betul-betul kepepet. Kalau tidak, saya menyarankan Anda untuk menabung
sendiri. Jangan lupa, kalau Anda meminjam, toh Anda harus mengembalikannya
juga. Sama seperti menabung sendiri, kan?
5. Liburan dan perjalanan ibadah
Liburan dan perjalanan ibadah juga merupakan tujuan di masa datang yang sering
kali diinginkan banyak keluarga. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga
membutuhkan dana yang cukup besar.
Pergi haji, misalnya. Biayanya cukup besar. Pertama, dollar di Indonesia cukup
mahal (jadi ingat waktu dollar kita masih Rp.2.500,-an). Kedua, setiap tahun
harga-harga seperti tiket pesawat dan akomodasi memang naik.
Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburan
biasanya sangat bergantung pada lima hal: transportasi, akomodasi, makan dan
minum, rekreasi di objek wisata, dan oleh-oleh. Semua itu umumnya cukup
mahal. Apalagi kalau Anda memutuskan untuk berlibur ke luar negeri. Banyak di
antara kita yang ingin pergi ke negara ini atau negara itu hanya karena kita sering
melihatnya di teve.
Kalau Anda ingin mempersiapkan dananya, pesan saya: jangan terlalu
mengandalkan utang. Tabung saja uangnya. Saya sering melihat seseorang yang
memutuskan pergi berlibur ke luar negeri dengan memanfaatkan fasilitas utang,
entah fasilitas utang di kartu kredit atau dari kantor.
Sisihkan untuk Pos-pos… 35
Kiat Nomor 4
“SISIHKAN UNTUK POS-POS PENGELUARAN
DI MASA YANG AKAN DATANG”
Bagaimana Melakukannya?
1. Ambil kertas dan tulis pos pengeluaran yang perlu Anda persiapkan untuk
masa yang akan datang.
2. Untuk masing-masing pos pengeluaran, tulis alternatif yang akan Anda
tempuh agar bisa mempersiapkan dananya.
3. Sisihkan gaji dan bonus-bonus Anda mulai dari sekarang untuk
mempersiapkannya.
Kalau Anda membaca buku saya, Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, atau
sering main ke website kami di www.perencanakeuangan.com Anda pasti tahu
bahwa pendidikan untuk anak itu mahal. Kalau anak Anda sekarang baru berusia 2
tahun, biaya kuliah anak Anda ketika ia berusia 17 tahun bisa dipastikan sekitar
Rp.300 juta lebih.
Kabar baiknya, Anda bisa mempersiapkan dana pendidikan sebanyak itu asalkan
mau menyisihkannya dari sekarang. Ada sejumlah produk investasi yang bisa
Anda pilih. Asuransi pendidikan, misalnya, adalah produk persiapan dana
pendidikan yang paling popular saat ini di Indonesia. Produk ini tersedia dalam
pilihan pembayaran bulanan, tiga bulanan, enak bulanan, atau tahunan, tapi ada
juga yang dalam bentuk sekali bayar kalau memang dana Anda cukup. Nantinya
perusahaan asuransi Anda akan memberikan dana pendidikan setiap kali anak
Anda masuk ke jenjang-jenjang pendidikan tertentu, yang biasanya dimulai ketika
SD.
Selain asuransi pendidikan, pilihan lain yang juga mulai populer ialah tabungan
pendidikan. Pada tabungan pendidikan, Anda seperti membuka tabungan biasa,
tapi uang Anda dikunci. Nanti ketika anak Anda masuk TK, SD, SMP, dan
seterusnya, tabungan Anda baru bisa diambil. Tabungan pendidikan ini diterbitkan
oleh bank, bekerja sama dengan perusahaan asuransi jiwa. Nantinya kalau Anda
sebagai orang tua meninggal dunia, dana pendidikan dari tabungan pendidikan
tersebut tetap akan diberikan.
Produk-produk lain, seperti reksadana atau koin emas, juga bisa dipilih. Tip saya,
kalau Anda menyisihkan uang untuk biaya pendidikan dari penghasilan Anda,
sementara penghasilan Anda didapat dari bekerja secara fisik, Anda harus
mempertimbangkan untuk mengambil proteksi, seperti asuransi, agar bisa berjagajaga
kalau terjadi risiko kematian. Ingat, kalau Anda meninggal, penghasilan Anda
pasti akan berhenti. Kalau penghasilan Anda berhenti, siapa yang akan
meneruskan tabungan Anda? Dengan mengambil proteksi berupa asuransi, entah
yang berdiri sendiri atau langsung dalam bentuk asuransi pendidikan atau asuransi
pada tabungan pendidikan, risiko hilangnya penghasilan karena kematian bisa
diantisipasi.
2. Pensiun
Pensiun adalah salah satu pos yang juga harus dipersiapkan supaya kelak Anda
bisa hidup dengan standar yang Anda inginkan. Hal pertama yang harus
diperhatikan ialah sumber penghasilan macam apa yang Anda inginkan ketika
pensiun? Apakah cukup hanya dari jamsostek (hmm … nggak begitu cukup kali
ya), penghasilan pensiun bulanan dari kantor (paling hanya 70% dari gaji
terakhir), atau dana pensiun lump sum (sekali bayar) yang diberikan di akhir masa
kerja Anda?
Bagaimana kalau Anda memcoba mempertimbangkan alternatif sumber lain untuk
mempersiapkan masa pensiun? Pertama-tama, Anda bisa mengikuti Program
Pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan mengambil hasil
dananya pada usia yang bisa Anda pilih sendiri. Katakan saja di usia 55 tahun.
Pada DPLK, Anda menyetor uang setiap bulan yang diambil dari gaji Anda,
kemudian uang itu akan diputar oleh Manajer Investasi yang bekerja pada
Sisihkan untuk Pos-pos… 33
Perusahaan DPLK Anda. Jangan khawatir, Manajer Investasi itu umumnya jagojago,
kok. Nanti, ketika pensiun, kita harapkan uang Anda yang diputar oleh
Manajer Investasi Anda sudah tumbuh berkembang dan bisa dinikmati.
Alternatif lain ialah melakukan investasi sendiri dan menikmati hasilnya ketika
pensiun. Jadi, Anda tidak perlu lagi menyetor ke Perusahaan DPLK karena di sini
Andalah yang akan memutar serta menginvestasikan sendiri dana Anda setiap
bulan yang diambil secara rutin dari gaji Anda. Kalau ingin melakukan cara ini,
pastikan Anda menguasai dan mau belajar tentang kiat yang baik dalam investasi.
Alternatif lain yang banyak juga dipilih orang untuk masa pensiun ialah membuka
bisnis sejak sekarang. Ketika Anda pensiun, diharapkan bisnis itu sudah berjalan
dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati dan digunakan untuk membayar
pengeluaran-pengeluaran di masa pensiun. Memang tidak gampang membuka
bisnis sendiri. Perlu mental yang cukup baik untuk bisa berhasil. Kalau Anda
merasa belum mempunyai mental yang cukup baik, saya rasa tidak ada salahnya
Anda memulai dari sekarang. Mumpung pensiun Anda masih jauh. Anda pun
memiliki kesempatan untuk jatuh bangun terlebih dahulu di bisnis tersebut.
Dengan demikian, ketika pensiun, diharapkan Anda sudah terlatih dan kondisi
bisnis Anda sudah berada di atas agar hasilnya bisa dinikmati.
3. Properti dan kepemilikan lain
Tanah, rumah, dan kendaraan kadang-kadang menjadi tujuan di masa datang yang
harus disiapkan. Bila tujuan ini merupakan salah satu pos pengeluaran di masa
datang yang juga menjadi keinginan Anda, ada dua alternatif dalam
mempersiapkannya.
Pertama, dengan menabung sendiri. Dengan gaji saat ini, Anda bisa menabung
sedikit demi sedikit supaya bisa membeli properti itu dalam beberapa tahun
mendatang. Oleh karena harga tanah, rumah, dan kendaraan mahal, bisa puluhan
bahkan ratusan juta rupiah, Anda bisa menggunakan alternatif kedua,
memanfaatkan fasilitas pinjaman.
Fasilitas pinjaman dari siapa? Pertama-tama bisa dari bank. Pada saat ini hampir
semua bank memberikan fasilitas pinjaman untuk pembelian rumah atau
kendaraan yang bisa Anda manfaatkan. Sejumlah bank pada saat ini bahkan
bersaing untuk bisa mendapatkan nasabah-nasabah kredit.
Selain bank, perusahaan pembiayaan juga banyak memberikan tawaran
pembiayaan untuk kendaraan. Jangan lupa, untuk kredit kendaraan, perusahaan
pembiayaan saat ini mengungguli bank dalam segi jumlah nasabah. Ini bisa terjadi
karena proses disetujui atau tidaknya permohonan aplikasi kredit di perusahaan
pembiayaan biasanya jauh lebih cepat dibandingkan dengan di bank. Jangan lupa,
entah Anda meminjam di bank atau perusahaan pembiayaan, tentu Anda harus
mengembalikan pinjaman tersebut setiap bulan dalam bentuk cicilan pokok dan
bunga, yang diambil dari gaji Anda.
4. Bisnis
Beberapa di antara Anda yang sekarang bekerja sebagai karyawan pasti pernah
berpikir untuk membuka bisnis sendiri. Namun, dikarenakan alasan klise: modal,
akhirnya bisnis tersebut nggak jadi dibuka.
Sisihkan untuk Pos-pos… 34
Padahal, membuka bisnis sendiri, selama tidak mengganggu waktu kerja atau
tidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,
sering kali menjadi impian banyak karyawan. Cuma ya itu, mentok-mentoknya
masalah modal.
Dari pengalaman saya, keluhan atas kurangnya modal sering kali bukanlah alasan
sebenarnya dari mereka yang menunda-nunda untuk membuka bisnis sampingan
di luar pekerjaan, tapi lebih dikarenakan excuse saja. Hanya alasan!
Apakah bisnis Anda nggak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Anda
pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Anda buka sekarang pasti
skalanya masih sangat kecil. Dengan skala yang sangat kecil, apakah modal yang
dibutuhkan harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modal
uang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.
Pertanyaannya, dari mana modalnya?
Lebih baik dari menabung sendiri. Boleh saja Anda langsung meminjam uang
untuk membuka bisnis Anda sekarang. Saran saya, pinjamlah kalau memang Anda
betul-betul kepepet. Kalau tidak, saya menyarankan Anda untuk menabung
sendiri. Jangan lupa, kalau Anda meminjam, toh Anda harus mengembalikannya
juga. Sama seperti menabung sendiri, kan?
5. Liburan dan perjalanan ibadah
Liburan dan perjalanan ibadah juga merupakan tujuan di masa datang yang sering
kali diinginkan banyak keluarga. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga
membutuhkan dana yang cukup besar.
Pergi haji, misalnya. Biayanya cukup besar. Pertama, dollar di Indonesia cukup
mahal (jadi ingat waktu dollar kita masih Rp.2.500,-an). Kedua, setiap tahun
harga-harga seperti tiket pesawat dan akomodasi memang naik.
Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburan
biasanya sangat bergantung pada lima hal: transportasi, akomodasi, makan dan
minum, rekreasi di objek wisata, dan oleh-oleh. Semua itu umumnya cukup
mahal. Apalagi kalau Anda memutuskan untuk berlibur ke luar negeri. Banyak di
antara kita yang ingin pergi ke negara ini atau negara itu hanya karena kita sering
melihatnya di teve.
Kalau Anda ingin mempersiapkan dananya, pesan saya: jangan terlalu
mengandalkan utang. Tabung saja uangnya. Saya sering melihat seseorang yang
memutuskan pergi berlibur ke luar negeri dengan memanfaatkan fasilitas utang,
entah fasilitas utang di kartu kredit atau dari kantor.
Sisihkan untuk Pos-pos… 35
Kiat Nomor 4
“SISIHKAN UNTUK POS-POS PENGELUARAN
DI MASA YANG AKAN DATANG”
Bagaimana Melakukannya?
1. Ambil kertas dan tulis pos pengeluaran yang perlu Anda persiapkan untuk
masa yang akan datang.
2. Untuk masing-masing pos pengeluaran, tulis alternatif yang akan Anda
tempuh agar bisa mempersiapkan dananya.
3. Sisihkan gaji dan bonus-bonus Anda mulai dari sekarang untuk
mempersiapkannya.



