Siapa Bilang jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya Bagian 6
“Walaupun penghasilan Anda sebagai seorang karyawan
umumnya dibatasi, tetapi Anda juga bisa menumpuk
kekayaan bila Anda tahu bagaimana caranya.”
Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah
produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana
penghasilan yang Anda dapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan
nilainya. Artinya, penghasilan yang Anda peroleh dari harta tersebut baru bisa
Anda dapatkan kalau Anda menjualnya. Jadi, penghasilan yang Anda dapatkan
cuma sekali. Contohnya reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi
yang sifatnya jual beli.
Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin … 8
Nah, menariknya, banyak orang yang merasa bahwa Harta Produktif hanya bisa
dimiliki dengan modal besar. Nggak jugalah! Beberapa produk reksadana pada
saat ini sudah bisa dimiliki dengan modal awal hanya dengan beberapa ratus ribu
rupiah. Deposito bisa dimiliki dengan investasi awal yang hanya beberapa juta
rupiah. Koin emas juga bisa dimiliki dengan nilai awal 5 gram. Kalau gaji Anda
terbatas, nggak selalu harus mahal ‘kan untuk bisa memiliki Harta Produktif?
b. Bisnis
Banyak orang menyisihkan gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Tidak
semua bisnis memerlukan modal besar. Beberapa orang yang datang ke seminar
saya malah mengaku tidak membutuhkan modal besar ketika memulai bisnis.
Bisnis yang bergerak di bidang jasa sering kali tidak membutuhkan modal besar,
kecuali untuk sejumlah peralatan kantor sederhana yang bisa dibeli dengan
menyisihkan sebagian kecil dari gaji Anda selama enam bulan gaji.
Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda miliki. Masalahnya
sekarang, ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih
saja takut memulai. Saran saya sederhana: mulai saja. Anda tidak akan pernah
tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya.
Anda mempunyai kendala waktu? Ya, jangan lakukan saat jam kerja. Banyak
orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya
kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang
yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya.
Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi Anda tidak akan tahu
kalau tidak mencoba.
c. Harta yang Disewakan
Sebuah Harta Konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang
dari situ, maka bisa disebut Harta Produktif. Harta apa saja yang bisa Anda
sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang
belum mampu membeli rumah sendiri. Mobil Kijang Anda bisa disewakan kepada
tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan
transportasi. Motor Anda bisa disewakan secara bulanan untuk diojek. Bahkan,
Anda bisa membuat gerobak nasi goreng untuk Anda sewakan secara harian
kepada penjual nasi goreng.
Apa yang bisa Anda lakukan sekarang dengan gaji Anda adalah mencoba
menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa
Anda sewakan. Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah Anda
miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai, Anda bisa
menyewakannya. Contoh paling mudah adalah motor yang bisa diojekkan atau
komputer di rumah bisa juga Anda jadikan bagian dari usaha rental komputer
Anda.
d. Barang Ciptaan
Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda buat sendiri.
Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah
dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan
royalti. Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari
penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.
Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin … 9
Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang.
Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke
penerbit. Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang
mereka. Sebagai pengarang, saya akan menerima royalti yang besarnya sekian
persen dari setiap buku yang terjual. Artinya, begitu Anda membeli buku ini,
Anda sudah memberikan royalti kepada saya.
Contoh lain adalah album lagu; seseorang bisa merekam suaranya, mengirimkan
rekaman tersebut ke perusahaan rekaman, dan -kalau mereka suka-rekaman lagu
Anda akan diproduksi secara massal.
Saatnya Anda berpikir dan menciptakan sendiri Barang Ciptaan yang tepat untuk
Anda. Prinsip-prinsipnya, Barang Ciptaan umumnya dibuat dengan keahlian
tertentu dan biasanya hanya membutuhkan sedikit dari gaji Anda tiap bulan.
Ketika saya membuat buku ini, misalnya, saya membutuhkan komputer yang
pembeliannya dari gaji saya.
Kiat Nomor 1
“ BELI DAN MILIKI
SEBANYAK MUNGKIN HARTA PRODUKTIF”
Bagaimana Melakukannya?
1. Tentukan Harta Produktif yang ingin Anda miliki.
2. Tulis pos-pos Harta Produktif yang Anda inginkan tersebut di kolom Harta
Produktif. Contoh nya seperti pada tabel di halaman berikut.
3. Segera setelah mendapatkan gaji, prioritaskan untuk memiliki pos-pos Harta
Produktif sebelum Anda membayar pengeluaran Anda yang lain. Kalau perlu,
pelajari seluk-beluk masing-masing Harta Produktif tersebut.
HARTA PRODUKTIF HARTA KONSUMTIF
Tabungan di Bank Niaga
Deposito di Bank Mandiri
Reksadana Pendapatan Tetap (dari
Trimegah)
Rencana Harta Produktif Lain:
Deposito di Bank Danamon
Unit Link dari Prudential
Emas Koin
Reksadana Saham Shcroeder
Motor (disewakan ke tukang ojek
dekat rumah)
Bisnis Laundry (perantara saja)
Teve
Radio tape
Perabot rumah
Hiasan dinding (5 buah)
Meja makan
Handphone
Sofa (3 buah)
Komputer
Perangkat makan
Ranjang (4 buah)
Perhiasan
Peralatan masak
Busana (banyak sekali)
Kaset dan CD (banyak sekali)
Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin … 10
Bisnis Burger Edam (Franchise) VCD dan DVD (banyak sekali)
Setumpuk buku
Rumah
Mobil Kijang
Motor Yamaha
Tabungan di BCA (untuk belanja)
Atur Pengeluaran Anda 11
KIAT NO. 2
Atur Pengeluaran Anda
Sekarang, kita coba melakukan satu permainan lagi. Ambil kertas, kemudian
lakukan satu hal berikut.
Tulis pos-pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan, misalnya biaya
telepon, listrik, air, sembako, dan seterusnya.
POS-POS PENGELUARAN
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
Tulis sebanyak mungkin pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan setiap bulan. Saya
beri waktu 10 menit.
Sekarang, mari kita bayangkan apa saja kira-kira yang menjadi pos pengeluaran Anda
selama ini.
POS-POS PENGELUARAN
Telepon
Listrik
Air
Sembako
Kebutuhan Rumah Tangga (sabun, odol, dan lain-lain)
Iuran Sampah & Lingkungan
Iuran Arisan
Pulsa HP
Transportasi (bensin dan parkir/kendaraan umum)
Kesehatan (vitamin, dan lain-lain)
Perawatan Kendaraan
SPP Anak
Kursus Anak
Atur Pengeluaran Anda 12
Uang Saku Anak
Buku-buku untuk Anak
Langganan Koran
Cicilan Rumah
Cicilan Kendaraan
Premi Asuransi
Beli Buku
…………………………………………………………………………………….
…………………………………………………………………………………….
Hitunglah banyaknya pos pengeluaran yang sudah Anda tulis. Hitung dari atas ke
bawah. Pada contoh diatas, jumlahnya ada 20.
Sekali lagi, rata-rata setiap bulan pengeluaran Anda mencapai 20 pos, bisa saja lebih.
Anggap saja pengeluaran Anda 20-25 pos setiap bulannya.
Pertanyaan saya sederhana: kalau pengeluaran Anda mencapai 20-25 pos setiap
bulannya, berapa pos pemasukkan Anda setiap bulan; 1 pos? 2 pos? Atau 3 pos?
Mungkin 3 pos saja sudah sangat bagus.
***
Banyak di antara kita tidak menyadari bahwa penghasilan kita yang hanya 1-2 pos
setiap bulan harus digunakan untuk membayar pengeluaran yang mencapai 20-25
pos. Bahkan, kalau mau jujur, pengeluaran sering kali jauh lebih banyak kalau kita
mempunyai keinginan yang kadang timbul secara mendadak.
Menariknya, karena 1-2 pos pemasukan sering kali harus membayar 20-25 pos
setiap bulan, sejumlah masalah sering muncul. Masalah pertama, sering kali tidak
semua pos pengeluaran bisa terbayar. Masalah kedua, karena tidak semua pos
pengeluaran bisa terbayar, Anda mulai ngotot untuk tetap membayarnya sehingga
terjadilah defisit; uang keluar Anda lebih besar daripada uang yang masuk. Oleh
karena itu, kita sering kali harus mengambil tabungan. Masalah ketiga, kalau terusmenerus
diambil setiap bulan, tabungan kita akan habis. Disinilah mulai muncul
masalah keempat: utang. Anda akan menggunakan semua fasilitas utang yang ada di
sekitar Anda untuk menutupi defisit. Kalau utang Anda sudah banyak, mulailah
menjual barang-barang Anda. Kalau barang-barang itu habis, mulailah timbul
masalah-masalah yang sangat besar.
Perhatikan bagan berikut!
… tabungan
habis
… kebanyakan
utang
… barangbarang
habis
Jual barang/aset



