Siapa Bilang jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya Bagian 3

Sekarang, beberapa dari Anda mungkin bertanya: “Bagaimana caranya saya bisa
menumpuk kekayaan kalau penghasilan sebagai karyawan di kantor tidak besar?”


Jangan kaget, dari pengalaman saya memberikan materi tentang pengelolaan
keuangan, ada 3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:
1. Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak-sekali lagi
tidak-menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan. Kalau penghasilan
Anda sekarang Rp.2 juta per bulan, Anda pikir hidup Anda akan lebih baik dan
Anda bisa menumpuk kekayaan kalau perusahaan Anda memberikan gaji Rp.5
juta per bulan? No way, Maan …
Belum tentu. Anda sering dengar nggak: ada banyak orang yang bolak-balik
pindah perusahaan hanya karena mengejar gaji yang lebih tinggi? Kenyataannya,
setelah ia pindah dan punya gaji yang lebih besar, gajinya teteeeeup saja habis
tanpa ada kekayaan yang bisa ditumpuk. Ini karena berapa pun gaji yang Anda
dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin
adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu
benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.
2. Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah-entah Anda banyak
tanggungan, banyak utang, atau boros-sebagai alasan untuk selalu minta
naik gaji. Tahu nggak, kalau Anda mendapat gaji dengan jumlah angka tertentu,
pastilah perusahaan Anda sudah memiliki hitungan sendiri terhadap besarnya
jumlah gaji yang diberikan.
Contoh ya: kalau perusahaan memberikan gaji pada Anda sebesar Rp.2 juta per
bulan, angka itu adalah angka yang memang sudah disesuaikan dengan jabatan
dan daftar pekerjaan (job description) yang harus Anda lakukan setiap harinya.
Perusahaan tidak akan memberi Anda gaji yang juga lebih besar hanya karena
Anda belum punya rumah, belum punya motor, dan selalu kehabisan uang di
tengah bulan.
Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda,
bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda
merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga
Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika
anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?
3. Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap
keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada
Anda. Ya, dalam soal menumpuk kekayaan: you are on your own. Itu urusan
Anda sepenuhnya. Menjadi kaya bergantung pada apa yang Anda lakukan, dan
tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Memang sih, akan
enak memang kalau perusahaan memberikan banyak hal kepada Anda sebagai
karyawannya. Akan tetapi, kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa
yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan.
Saya sering kali melihat ada banyak orang yang pindah kerja, berharap gaji yang
lebih besar dengan harapan untuk jadi kaya, tapi ia sendiri tidak melakukan apaapa
untuk bisa menjadi kaya. Ia tidak berusaha untuk jadi lebih hemat, ia tidak
berusaha untuk menambah pengetahuannya agar bisa jadi kaya, ia tidak berusaha
Rahasia Menjadi Kaya … vi
mengetahui apa cara yang baik dalam mengelola gajinya, dan tidak berusaha
untuk berubah. Ia hanya meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk
mendapatkan gaji yang lebih besar agar bisa jadi kaya. Kenyataannya, untuk
menjadi kaya sepenuhnya bergantung pada Anda, tidak selalu pada apa yang
diberikan perusahaan kepada Anda.
Itulah 3 hal yang harus ada di pikiran Anda sebelum memutuskan untuk menjadi kaya
sebagai seorang karyawan.
Bagaimana Caranya?
Banyak orang yang bertanya ke saya: “Pak Safir, kayaknya kok nggak mungkin ya
kita bisa jadi kaya dengan menjadi seorang karyawan? Kalau kaya karena profesinya
pengusaha sih mungkin-mungkin saja. Itu masuk akal. Tetapi, sebagai karyawan?
Memang sih saya pernah melihat ada yang bisa kaya. Tetapi bagaimana caranya kalau
jabatan si karyawan di perusahaan tidak tinggi-tinggi amat? Apa bisa?”
Jawab saya: “BISA …!”
Rahasianya sebetulnya adalah dengan memaksimalkan penghasilan yang Anda
dapatkan. Saya kasih contoh ya: misalkan saja penghasilan Anda sebulan-katakan
saja-Rp.1,5 juta. Anda berkeluarga dengan 1 orang anak. Nah, rahasia untuk bisa jadi
kaya sebetulnya adalah dengan bertanya kepada diri Anda sendiri, seberapa besar dari
Rp.1,5 juta tersebut setiap bulannya yang bisa Anda sisihkan di luar pengeluaranpengeluaran
Anda? Nantinya, bagian yang disisihkan ini harus diputar sedemikian
rupa sehingga nantinya bisa menjadi aset dan membantu Anda menjadi kaya.
Aset di sini maksudnya tentu saja aset yang kelak nantinya bisa memberikan
penghasilan buat Anda. Jadi, di luar gaji, kelak nanti Anda juga akan mendapatkan
penghasilan yang sifat nya pasif dari aset tersebut, yaitu penghasilan yang bisa Anda
dapatkan walaupun Anda diam dan tidak lagi bekerja.
Oke, katakan saja dari Rp.1,5 juta perbulan tersebut Anda mampu menyisihkan
Rp.250 ribu per bulan. Nah, Rp.250 ribu per bulan inilah yang harus Anda putar untuk
bisa dijadikan aset.
Pertanyaannya, bagaimana cara memutar Rp.250 ribu per bulan itu agar bisa
ditumpuk dan dijadikan aset buat Anda kelak? Tentunya ada lagi pelajaran tentang
investasi yang perlu Anda ketahui. Hanya saja, Rp.250 ribu per bulan itu bisa Anda
putar dengan untung yang sedikit atau besar, atau dengan tingkat kecepatan yang
cepat atau lambat. Semuanya kembali kepada Anda.
Sekarang, Anda mungkin akan bertanya: “Kapan bisa kaya kalau jumlah yang diputar
setiap bulan hanya Rp.250 ribu?” Jawab saya: “Anda harusnya bersyukur. Jumlah
Rp.250 ribu per bulan jauh lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Kalau Anda
berprofesi seperti saya, sebagai seorang Perencana Keuangan, Anda akan kaget
karena sering bertemu dengan klien yang punya penghasilan Rp.5-10 juta sebulan,
tapi tidak bisa menyisihkan hanya Rp.100 ribu per bulan. Jadi Anda harusnya
bersyukur masih bisa menabung biarpun cuma Rp.250 ribu per bulan. Kenyataannya,
Anda mungkin akan dapat bonus juga setiap tahun. Itu ‘kan bisa jadi tambahan juga
buat Anda”




Pertanyaan lain: “Gimana cara memutar uang yang hanya Rp.250 ribu per bulan
untuk bisa tumbuh besar dan menjadi aset buat saya kelak?” Jawab saya: “Semua
bergantung pada ke mana Anda memutar uang tersebut. Namun, percayalah, kalau
Anda rutin dan konsisten menyisihkan uang setiap bulan untuk diputar dalam bentuk
investasi, dalam jangka panjang aset Anda tumbuh luar biasa.”
“Walaupun penghasilan Anda sebagai seorang karyawan
umumnya dibatasi, tetapi Anda juga bisa menumpuk
kekayaan bila Anda tahu bagaimana caranya.”
Masalahnya, bagaimana kalau Anda tidak bisa menyisihkan penghasilan untuk
ditabung dan diputar dalam bentuk investasi? Jujur saja, kalau Anda tidak bisa
menyisihkan penghasilan untuk ditabung dan diputar dalam bentuk investasi,
penyebabnya bisa macam-macam. Akan tetapi, apa pun alasannya, berapa pun
penghasilan Anda, harus ada yang bisa disisihkan. Memang, kalau gaji Anda Rp.1,5
juta per bulan dan Anda mencoba menyisihkan uang untuk diinvestasikan, Anda
mungkin tidak lagi bisa hidup dengan Rp.1,5 juta per bulan, tapi lebih rendah dari
jumlah itu. Yaah, anggap saja itu konsekuensi yang harus Anda lakukan untuk bisa
jadi kaya dengan penghasilan yang terbatas.
Itulah sebabnya, pada salah satu kiat di buku ini, akan kita bahas juga tentang
bagaimana Anda bisa mengatur pengeluaran Anda agar-ujung-ujungnya-Anda bisa
menyisihkan penghasilan untuk diinvestasikan. Tentunya, semakin besar penghasilan
Anda, biasanya sih, harusnya akan jadi lebih mudah bagi Anda untuk meyisihkan
jumlah yang lebih besar lagi. Harusnya …
3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN
Pada kenyataannya, saya sering menemukan ada banyak orang yang-walaupun
penghasilannya besar-sering kali kesulitan untuk menyisihkan uang dari
penghasilannya. Bukan satu dua kali saya bertemu dengan orang yang punya gaji
hingga sepuluh juta, bahkan dua puluh juta, tapi teteeeeup saja susah buat mereka
untuk bisa menyisihkan penghasilan agar bisa diinvestasikan dan diputar menjadi
lebih besar lagi.
Oleh karena itu, saya punya 3 trik yang mungkin bisa Anda pakai untuk bisa
menyisihkan penghasilan sebelum penghasilan itu habis Anda pakai.
1. Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.
Coba lihat, apakah selama ini Anda selalu menabung di belakang setelah
membelanjakan semua penghasilan Anda? Bila ya, pantas saja Anda jarang bisa
menabung. Kenapa? Oleh karena, uang Anda selalu habis tak berbekas. Maklum,
uang memang lebih enak dipakai daripada ditabung. Ya, kan? Jadi, daripada
ditabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda, kenapa
tidak mencoba untuk menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan
penghasilan? Katakan saja Anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan.
Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai
penghasilan itu. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata
Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai,
kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?”
Rahasia Menjadi Kaya … viii
Hallah, kalaupun penghasilan Anda naik, toh penghasilan itu akan habis juga,
kan? Jadi, sebelum habis, kenapa Anda tidak selamatkan dulu sebagian, daripada
nabungnya di belakang terus habis? Ya nggak?
2. Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda. Pada beberapa kasus,
Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda
dan melakukan proses menabungnya buat Anda.
Saya kasih contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana
tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank kustodian
mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda
bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan
melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot
melakukan proses menabung. Toh, Anda tetap menabung di muka, kan?
Pertanyaannya sekarang, memang bisa kantor melakukannya? Bisa dong. Cuma,
Anda harus ngomong dulu ke mereka. Wong kalau anda punya utang ke kantor
saja cara pengembalian yang mereka minta adalah dengan sistem potong gaji,
kan? Kalau mereka bisa memotong gaji Anda untuk menutupi utang yang mereka
berikan buat Anda, apalagi kalau Anda cuma minta kantor melakukan proses
menabung buat Anda? All you have to do is just ask ….
3. Pakai celengan. Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat
anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng.
Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa
nyeleng-katakan-lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya?
Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah,
tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK
BELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu
lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin.
Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Anda
akan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan.
Misalnya, Anda belanja barang senilai Rp.15.000,- dengan menggunakan
lembaran uang Rp.50.000,-. Berarti, Anda akan punya kembalian sebesar
Rp.35.000,-, yang terdiri atas selembar dua puluh ribu dan tiga lembar lima ribu.
Nah, celengin deh uang dua puluh ribu Anda. Anda toh sudah menetapkan tekad
sebelumnya untuk tidak memakai lembaran dua puluh ribu itu, kan?
Sekarang, untuk membentuk aset dan bisa menjadi kaya, apakah semuanya harus
bergantung pada kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan? Sebenarnya, ada
lagi yang menentukan, yaitu seberapa bergunanya harta yang sudah Anda kumpulkan
dan miliki sepanjang hidup Anda.
Untuk itu, kita akan membicarakannya pada kiat pertama setelah ini, yang akan
disusul dengan kiat-kiat lain yang berguna buat Anda dalam mengelola kekayaan